w

Membuang index.php dari Codeigniter


Pertama pastikan bahwa konfigurasi htaccess dari apache sudah aktif.
?
1
2
3
<directory>
    AllowOverride All
</directory>
Selanjutnya buat file dengan nama .htaccess yang isinya adalah sebagai berikut:
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
<ifmodule mod_rewrite.c="">
    RewriteEngine On
    #RewriteBase /
    RewriteCond %{REQUEST_URI} ^system.*
    RewriteRule ^(.*)$ /index.php?/$1 [L]
    RewriteCond %{REQUEST_URI} ^application.*
    RewriteRule ^(.*)$ /index.php?/$1 [L]
    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
    RewriteRule ^(.*)$ index.php?baseurl=$1 [QSA,L]
</ifmodule>
<ifmodule !mod_rewrite.c="">
    ErrorDocument 404 /index.php
</ifmodule>

Semoga berhasil ;)

Cara Menghubungkan Komputer Asli dengan Komputer Palsu (Virtual / Vmware ) via kabel UTP

 Hal pertama yang perlu kita siapkan adalah kabel UTP beserta konektor RG-45 yang telah kita crimping. Kabel UTP yang kita gunakan cukup dengan ukuran panjang 5 cm, dan konektor yang kita butuhkan cukup hanya 1 buah saja. Di sisni kita akan menggunakan teknik cross over, jadi pada saat dicrimping urutan kabel yang harus kita pakai adalah seperti berikut:
1.      Orange putih
2.      Orange
3.      Hijau putih
4.      Biru
5.      Biru putih
6.      Hijau
7.      Coklat putih
8.      Coklat


            Kemudian setelah kita crimping konektor tersebut dengan kabelnya, maka langkah selanjutnya adalah menggabungkanfour kabel diantara eight kabel yang ada dalam kabel UTP tersebut, tentunya dengan memperhatikan warna kabel yaitu seperti berikut:
1. Orange putih dengan Hijau putih
2. Orange dengan Hijau
3. Hijau putih dengan Orange putih
4. Biru
5. Biru putih
6. Hijau dengan Orange
7. Coklat putih
8. Coklat
Yang perlu dihubungkan adalah kabel yang diketik dengan warna merah saja seperti urutan di atas, warna atau kabel yanglainnya dapat diabaikan. Gambarnya dapat dilihat seperti di bawah ini.
Kemudian kita harus mempersiapkan laptop ataupun komputer yang telah terinstal Vmware, saya anggap pembaca sudah mengetahui cara install vmware dan telah menginstal di komputernya masing-masing.

Untuk langkah selanjutnya silahkan hidupkan OS yang telah dipasang pada vmware tersebut, saya menggunakan OS windows server 2003. Bagi yang ingin mencoba dengan OS lain silahkan, intinya kalo windows konfigurasinya juga akan sama.
Dalam gambar dapat dilihat bahwa telah terinstal windows server 2003 pada vmware
Kemudian kita harus mengkonfigurasi IP address pada kedua OS tersebut, pertama kita set IP Local Area Connection untuk windows server 2003 yang ada pada Vmware, caranya sama seperti kita mengeset IP pada windows yang lain. IP Address yang kita berikan adalah 192.168.0.2 dengan subnet mask 255.255.255.0.

Set IP Address Local Area Connection pada
            Tahap selanjutnya, kita juga perlu memberikan IP address pada OS windows 7 yang merupakan OS utama yang terinstal pada laptop (tergantung OS yang digunakan pada laptop anda). IP yang kita berikan harus sesuai dengan class IP yang kita setting pada OS Vmware. IP yang kita berikan adalah 192.162.0.1 dengan subnet mask 255.255.255.0





            Baik setelah sampai tahap ini berarti kita tinggal menguji cobanya. Pasangkan kabel kabel yang telah kita buat tadi ke laptop.
Lakukan pengecekan pada OS windows 7 dengan mengetikkan ping 192.168.0.2 –t pada command promt, maka akan terlihat koneksinya seperti gambar di bawah ini. Hal ini menunjukkan bahwa komputer asli (windows 7) yang beralamat 192.168.0.1 telah terhubung dengan komputer palsu (windows server 2003)  yang beralamat 192.168.0.2 via lan.
            Kemudian lakukan pengecekan koneksi juga dengan mengetikkan ping 192.168.0.1 -t pada windows server 2003 (pada vmware). Yang kita harapkan adalah akan tampil seperti pengecekan koneksi sebelumnya. Namun yang terjadi pada pada saat pengecekan yang saya lakukan adalah Riquest time out.

jika pada pengecekan yang anda lakukan juga mengalami hal demikian, maka jangan dulu pesimis dan jangan memvonis gagal. Kejadian ini hanya disebabkan karena firewall yang ada pada OS utama. Caranya cukup dengan menonaktifkan firewall saja.


Maka secara otomatis koneksi akan berjalan lancar.
            Baik sampai di sini tutorial Menghubungkan Komputer Asli dengan Komputer Palsu (Virtual) via kabel UTP. Untuk tahap selanjutnya bisa anda gunakan pada praktek apa saja tentunya praktek yang berhubungan dengan jaringan, baik itu jaringan client-server, praktek web server, web mail, dsb. Intinya kita sudah sangat menghemat biaya.

Membuat E-mail Account pada Website Anda


Menggunakan e-mail dari website sendiri tentu lebih terasa prestise-nya dibandingkan dengan e-mail dari fasilitas mail gratisan.
Langkah – langkah membuat account e-mail baru pada website:
1. login ke cpanel anda di http://domainanda/cpanel atau http://cpanel.domainanda/
lalu masuk pada menu ‘Mail’
mail
2. klik pada bagian ‘Manage/Add/Remove accounts’
manage add remove
3. Klik pada bagian add acccount.
add account
4. masukkan nama account yang diinginkan. Nantinya akan menjadi namaaccount@domainanda, lalu isi password untuk account tersebut, dan berikan quota e-mail. Terakhir, klik ‘Add Account’
acc pass kuota
Quota e-mail adalah alokasi space untuk account e-mail
Maka e-mail anda pun selesai dibuat.
selesai
selesai
Anda dapat login ke account e-mail anda melalui http://domainanda/webmail atauhttp://domainanda:2095 dengan memasukkan username dan password yang telah anda buat.
webmail
login sukses
username yang digunakan adalah account@domainanda

Tips meningkatkan keamanan CMS WordPress


WordPress adalah platform yang cukup popular saat ini, dengan berbagai kemudahannya wordpress banyak dipakai untuk membuat website, entah itu hanya untuk sekedar membuat blog pribadi, maupun website yang professional. Dan seperti yang kita ketahui bahwa wordpress adalah jenis open source dimana setiap orang bisa mendownload source code dari http://wordpress.org dan melakukan ekxperimen, mencari celah keamanan baru pada setiap versi yang dikeluarkan. Nah, jika kita salah satu pengguna wordpress, maka penting bagi kita untuk meningkatkan keamanan pada website yang kita buat. Berikut ini beberapa tips untuk meningkatkan keamanan cms wordpress
  1. Upgrade ke versi yang terbaru
Selalu upgrade ke versi wordpress yang terbaru, dimana versi terbaru merupakan versi perbaikan dari versi sebelumnya, baik itu dari sisi fitur maupun keamanan scriptnya. Upgrade bisa dilakukan dengan cara otomatis melalui halaman dashboard maupun dnegan cara manual. Untuk cara manual, berikut ini panduannya http://www.rumahweb.com/journal/panduan-upgrade-wordpress.htm
  1. Jangan menggunakan “admin” sebagai username
Saat ini di versi 3.x, WordPress memiliki pilihan untuk mengganti username-nya. Mengganti user dan password bisa dilakukan dengan cara manual dari halaman phpmyadmin, panduannyahttp://www.rumahweb.com/journal/cara-mereset-password-wordpress.htm
  1. Gunakan password yang kuat (strong password)
Banyak orang menggunakan password yang sangat lemah sehingga bisa menjadi celah untuk bisa di tembus menggunakan brute force attack yang modern. Oleh karena itu pastikan selalu gunakan password yang kuat, misalnya dengan kombinasi huruf dan angka dnegan jumlah digit yg tidak terlalu pendek.
  1. Hapuskan plugin yang tidak digunakan
Plugin merupakan salah satu lubang yang biasanya digunakan peretas untuk memasuki website. Tidak sekedar menonaktifkan, namun hapuskan plugin yang tidak digunakan. Tentu saja, gunakan plugin yang benar-benar dibutuhkan. Penggunaan banyak plugin juga akan memperberat loading website.
  1. Ganti database prefix default bawaan wordpress (wp_)
Default prefix database yang digunakan dalam instalasi WordPress adalah wp_. Ganti prefix ini dengan prefix yang lain. Salah satu opsinya bisa dengan menggunakan plugin Change DB Prefix(http://wordpress.org/extend/plugins/db-prefix-change/).
  1. Lindungi halaman wp-admin
Salah satu opsi yang bisa digunakan adalah dengan melakukan pengamanan halaman login wp-admin. Salah satu plugin yang bisa menjadi pertimbangan  adalah Lockdown WP Admin(http://wordpress.org/extend/plugins/lockdown-wp-admin/).

Tips import table view phpmyadmin

Jika rekan-rekan pernah mengalami kegagalan import database dari phpmyadmin yang berisi table view, maka berikut tipsnya : cek sqlnya : CREATE ALGORITHM=UNDEFINED DEFINER=`root`@`localhost` SQL SECURITY DEFINER VIEW `db_googlemap`.`view_informasi` AS select `info`.`id_info` AS `id_info`,`db_googlemap`.`tbl_provinsi`.`nama_prov` AS `nama_prov`,`db_googlemap`.`tbl_bencana`.`nama_bencana` AS `nama_bencana`,`info`.`tgl` AS `tgl`,`info`.`waktu` AS `waktu`,`info`.`lokasi` AS `lokasi`,`info`.`korban` AS `korban`,`info`.`penyebab` AS `penyebab`,`info`.`kerusakan` AS `kerusakan`,`info`.`penanganan` AS `penanganan`,`info`.`foto` AS `foto`,`info`.`jenis` AS `jenis`,`info`.`lat` AS `lat`,`info`.`lng` AS `lng` from ((`db_googlemap`.`tbl_informasi` `info` join `db_googlemap`.`tbl_bencana`) join `db_googlemap`.`tbl_provinsi`) where ((`info`.`id_prov` = `db_googlemap`.`tbl_provinsi`.`id_prov`) and (`info`.`id_bencana` = `db_googlemap`.`tbl_bencana`.`id_bencana`));   sql tersebut akan gagal ketika diimport atau di eksekusi dari phpmyadmin cPanel karena ketika menjalankan phpmyadmin, status user anda bukan root melainkan user cPanel. Solusinya : Silahkan ubah “root” menjadi user database yang sudah anda buat untuk database tersebut, contohnya : “usercpanel_admin” Sesuaikan nama databasenya, karena setelah diimport nama database akan berubah contoh : sebelumnya adalah “db_googlemap” menjadi “usercpanel_db_googlemap” * usercpanel adalah user cPanel anda. Hasilnya : CREATE ALGORITHM=UNDEFINED DEFINER=`usercpanel_admin`@`localhost` SQL SECURITY DEFINER VIEW `usercpanel_db_googlemap`.`view_informasi` AS select `info`.`id_info` AS `id_info`,`usercpanel_db_googlemap`.`tbl_provinsi`.`nama_prov` AS `nama_prov`,`usercpanel_db_googlemap`.`tbl_bencana`.`nama_bencana` AS `nama_bencana`,`info`.`tgl` AS `tgl`,`info`.`waktu` AS `waktu`,`info`.`lokasi` AS `lokasi`,`info`.`korban` AS `korban`,`info`.`penyebab` AS `penyebab`,`info`.`kerusakan` AS `kerusakan`,`info`.`penanganan` AS `penanganan`,`info`.`foto` AS `foto`,`info`.`jenis` AS `jenis`,`info`.`lat` AS `lat`,`info`.`lng` AS `lng` from ((`usercpanel_db_googlemap`.`tbl_informasi` `info` join `usercpanel_db_googlemap`.`tbl_bencana`) join `usercpanel_db_googlemap`.`tbl_provinsi`) where ((`info`.`id_prov` = `usercpanel_db_googlemap`.`tbl_provinsi`.`id_prov`) and (`info`.`id_bencana` = `usercpanel_db_googlemap`.`tbl_bencana`.`id_bencana`)); -
 sumber== http://www.rumahweb.com/journal/tips-import-table-view-phpmyadmin.htm#sthash.RE34LnoT.dpuf

Mengupload Website dengan iWeb


Berikut adalah panduan untuk melakukan upload website yang dibuat menggunakan iWeb ke server. Upload menggunakan metode upload via FTP. Berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Dari halaman iWeb, klik pada judul website yang akan diupload pada menu yang ada di sebelah kiri.
Memilih website yang akan diunggah
2. Masukkan “server settings”.
Berikut adalah panduan settingnya:
  1. Publishing
  • Publish to: FTP Server
  • Site Name: example.com
  • Contact email: username@example.com
  1. FTP Server Settings
  • Enter your server settings: Server address: example.com or s00000.gridserver.com User name: example.com Directory path: domains/example.com/html/ If that doesn’t work, you can try /home/00000/domains/example.com/html/ or /domains/example.com/html/ (with the /). Protocol: FTP or SFTP (SSH must be enabled for SFTP) Port: 21 for FTP, 22 for SFTP (SSH must be enabled for SFTP) Website URL: http://www.example.com Facebook: This is optional. To publish your site simply, click on “Publish Site”
  • sumber = http://www.rumahweb.com/journal/mengupload-website-dengan-iweb.htm

PHP & MySQL: Tutorial Dasar


Pada tutorial kali ini, kita akan mencoba melakukan operasi – operasi dasar pada PHP MySQL.
1. Membuat koneksi
<?php
$hostmysql = “localhost”;
$username = “mysqlusername”;
$password = “mysqlpassword”;
$database = “namadatabase”;
$conn = mysql_connect(“$hostmysql”,”$username”,”$password”);
if (!$conn) die (“Koneksi gagal”);
mysql_select_db($database,$conn) or die (“Database tidak ditemukan”); >
Penjelasan Script:
a. mysql_connect
digunakan untuk membuat koneksi dari PHP ke server MySQL. Data mengenai hostname, mysql username, dan password yang digunakan telah diwakilkan oleh variabel $hostmysql, $username, $password. Penulisannya akan sama dengan:
mysql_connect(“localhost”,”username”,”password”);
b. mysql_select_db
untuk memilih database yang akan digunakan.
c. if (!$conn) die (“Koneksi gagal”);
jika koneksi gagal dibuat (!$conn), maka akan muncul pesan kesalahan
Setiap operasi PHP yang berhubungan dengan MySQL, akan membutuhkan sintaks diatas. agar lebih mudah, lebih baik disimpan terlebih dahulu dengan nama konfig.php. Jika sintaks tersebut dibutuhkan lagi, maka kita melakukan include terhadap file konfig.php tersebut.
2. Membuat tabel pada MySQL
<?php
include (“konfig.php”);
mysql_query(“CREATE TABLE user (
namadpnVARCHAR(20),
namablkg VARCHAR(20),
negara VARCHAR(20))”); ?>
Penjelasan script:
1. include (“konfig.php”);
perintah include digunakan untuk mengikut sertakan sebuah file (pada contoh diatas adalah file konfig.php).
2. mysql_query
format umum dari perintah ini adalah mysql_query(string dari query).
mysql_query akan sering dijumpai pada artikel kali ini.
3. Memasukkan data pada tabel
<?php
include (“konfig.php”);
$insert = “INSERT INTO users (namadpn,namablkg,negara)
VALUES (‘Saya’,'Sendiri’,'Indonesia’)”;
mysql_query($insert) or die (“tidak dapat memasukkan data ke tabel”);?>
4 . Menampilkan data dari tabel
<?php
include (“konfig.php”);
$query = “SELECT * FROM user”;
$result = mysql_query($query);
$numrows = mysql_num_rows($result);
while($row = mysql_fetch_array($result)){
echo “Jumlah data: $numrows <br>”;
echo “Nama Depan: $row[namadpn] <br>”;
echo “Nama Belakang: $row[namablkg] <br>”;
echo “Negara: $row[negara]“;
} ?>
Penjelasan script:
1. mysql_num_rows
digunakan untuk menghitung jumlah baris yang didapat dari hasil eksekusi query (mysql_query).
2. while ( ) {
}
digunakan untuk melakukan perulangan selama data yang yang diinginkan masih ada. (dalam contoh diatas: akan menampilkan semua isi dari table).
3. mysql_fetch_array
menampilkan data dari tabel dalam bentuk array
Untuk penggunaan lainnya (hapus, update, dsb) yang berubah hanya string query-nya saja
- sumber==: http://www.rumahweb.com/journal/php-mysql-tutorial-dasar.htm#sthash.hQIqFX58.dpuf
Powered by Blogger.
Back to top